Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tepatkah Penggunaan Jubah Dan Toga Dalam Wisuda Kelulusan Di TK, SD, SMP, Dan SMA?


Pada mulanya, wisuda adalah upacara untuk menandai seorang mahasiswa telah menyelesaikan rangkaian pendidikannya pada jenjang pendidikan di universitas, baik itu S1, S2, ataupun S3.

Setiap wisudawan pada acara wisuda universitas pada berbagai jenjang, selalu menggunakan jubah dan toga sebagai pakaian wajib wisudawan dengan bentuk toga dan jubah yang kurang lebih sama.

Dan kini prosesi wisuda bukan hanya merupakan upacara untuk menandai selesainya seorang mahasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi, namun telah digunakan di semua jenjang pendidikan, baik SD, SMP, SMA, bahkan wisuda pada kelulusan Taman Kanak-Kanak.

Hingga kini semua wisudawan selalu menggunakan jubah dan toga berbentuk persegi dengan tali di tengah toga dan di awal tali toga diletakkan di sebelah kiri dan pada saat prosesi wisuda, dipindahkan ke kanan oleh rektor.

Penggunaan jubah dan bentuk toga serta prosesi wisuda, di mana sang rektor memindahkan tali toga dari sisi kiri ke sisi kanan ternyata memiliki makna dengan pesan mendalam.

Tulisan ini hendak menelusurui sejarah awal mula, jubah dan toga digunakan di dunia penddikan dan makna dari penggunaan jubah, bentuk toga serta makna pemindahan tali toga dari kiri ke kanan pada prosesi wisuda.

Sejarah pemakaian jubah dan toga

Pada awal abad ke 13 di Italia dan Inggris, jubah dan toga hanya dikenakan oleh kaum terpelajar, yang sehari-hari menjadi kaum yang menjalankan fungsi cendekiawan dalam masyarakat.

Sehingga bagi para cendekiawan tersebut jubah dan toga dikenakan sebagai pakaian sehari-hari, untuk membedakan kaum cendekiawan tersebut dan rakyat biasa.

Bagi kaum cendekiawan pada saat itu, pemakaian jubah dan toga adalah simbol penguasaan pengetahuan dan kemampuan memecahkan masalah dalam masyarakat dengan menggunakan ilmu pengetahuan.

Pada abad ke 13, sejak hadirnya Universitas sebagai lembaga pendidikan modern, meskipun proses menjadi cendekiawan masih merupakan  proses yang elitis, namun kehadiran universitas telah mampu menghasilkan cendekiawan baru, sehingga jubah dan toga pun merupakan simbol pencapaian akademik bagi lulusan universitas saat itu.

Menyusul pada tahun 1321, dua universitas di Inggris yakni Universitas Oxford dan Universitas Cambridge pertama kali menggunakan jubah dan toga pada upacara wisuda untuk meresmikan kelulusan sarjana baru.

Bagi kedua universitas ini, penggunaan jubah dan toga pada upacara wisuda menegaskan dan melambangkan kesetaraan dalam penguasaan ilmu antara lulusannya dengan para cendekiawan dalam masyarakat mereka.

Lambat laun penggunaan jubah dan toga pada upacara wisuda menjadi tren di universitas di Eropa, Amerika, dan di seluruh dunia.

Bahkan tradisi menggunakan jubah dan toga latah hingga ke level pendidikan di bawah universitas. Di Indonesia, wisuda kelulusan di SD, SMP, SMA, bahkan TK lazim menggunakan jubah dan toga.

Jika penggunaan toga melambangkan dan menandai pencapaian tingkat kematangan intelektual tertentu, setelah menempuh tingkat pendidikan tinggi, maka silahkan memaknai ketepatan penggunaan toga di level pendidikan dasar, menengah, apalagi di TK.

Bentuk toga dan maknanya

Bentuk toga yang hingga kini lazim digunakan wisudawan pada acara wisuda terdiri dari lingkaran bulat mengelilingi kepala dan di atasnya ditutup dengan kain berbentuk persegi empat dengan salah satu sudut berada di tengah persis di atas dahi wisudawan.

Di tengah-tengah segi empat tersebut terdapat benang panjang yang nanti tergantung di sisi kiri wajah wisudawan sebelum prosesi wisuda. Kenapa kain penutup toga berbentuk segi empat dan ada benang di tengah? Ini ada maknanya.

Kain penutup toga berbentuk segi empat menyerupai buku adalah simbol kecerdasan dan menandai capaian tingkat kematangan intelektual seorang sarjana.

Selain itu bentuk penutup toga persegi empat ada empat sisi dan empat sudut, melambangkan keragaman sudut pandang dalam melihat masalah secara seimbang dan bijaksana, sebagai ciri kematangan intelektual cendekiawan.

Sedangkan benang panjang di tengah-tengah penutup toga melambangkan otak dan kecerdasan manusia. Diletakkan di kiri menggambarkan proses menggunakan otak kiri yang dominan selama belajar secara akademis di universitas.

Mengapa benang dipindahkan ke kanan pada acara wisuda?

Pada prosesi wisuda, rektor memindahkan benang dari sisi kiri ke sisi kanan melambangkan transisi dari proses belajar akademis yang dominan menggunakan otak kiri ke kehidupan real yang menuntut wisudawan lebih menggunakan otak kanan.

Kenapa begitu? Karena tantangan kehidupan real menuntut wisudawan menganalisis masalah dan memecahkan masalah dengan kreativitas, yang dominan menggunakan otak kanan.

Itulah penjelasan tentang sejarah awal mula jubah dan toga digunakan, makna bentuk toga dan makna upacara wisuda yang selama ini kita jalani. Semoga memperkaya pemahaman Eduers.

Mudah-mudahan Eduers sudah dapat menjawab pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini.

Dilihat : 0 kali
Kolom Komentar